Sebulan setelah event CES selesai, situs UK dari majalah yang gadget tidak asing lagi di Indonesia, T3, melaporkan bahwa mereka sempat mendapat info dari 'orang dalam' Sony bahwa produsen konsol itu sedang membuat versi slim dari PlayStation 3. Menurut informasi tersebut, PS3 baru ini akan lebih kecil dan juga lebih ringan dibanding yang sekarang beredar di pasaran.
Info ini memang masih sepenuhnya rumor. Pihak Sony sendiri, seperti biasa, tidak berkomentar apapun soal rumor ini. Sebelumnya pun ketika rumor PSP slim beredar, pihak Sony juga nggak keluar komentar apa-apa. Tapi rasanya agak aneh jika Sony begitu cepat meluncurkan versi slim dari konsol high-def ini. Tengok saja ke sejarah PS yang sudah-sudah. PSOne keluar empat tahun setelah PlayStation pertama diluncurkan di pasaran. Lalu PS2 slim juga keluar setelah dua tahun versi gendutnya beredar. Tengok lagi PSP, setelah 3 tahun beredar, baru kemudian PSP slim mengikuti di belakangnya.
Kita memang nggak bisa menyangkal soal keahlian Sony dalam hal miniaturisasi dan operasi plastik ala Dokter 90210. Cek saja versi slim dari berbagai konsol yang sudah saya sebutkan diatas. PSOne vs PlayStation, PS2 SCPH 10k-55k vs PS2 Slim seri 7 hingga versi 9, lalu PSP-1000 vs PSP-2000 Slim. Bagaimana, sudah terbayang, kan? Bentuk lebih kecil, ukuran lebih ramping, tampilan lebih seksi, bobot lebih ringan, paket fitur lebih menarik, dan tentu saja harganya lebih murah - selalu lebih murah jika mereka merilis versi slim. Benar-benar dambaan setiap laki-laki, contohnya saya, dan Sony mengerti akan hal ini.
But again, meskipun kita tidak menyangkal kemampuan Sony soal operasi plastik ini, rasanya masih terlalu dini untuk sebuah konsol yang baru keluar untuk kemudian keluar versi barunya begitu cepat dengan tampilan dan spek yang mungkin berbeda dibanding versi awalnya. Ini bukan perkara produk mana yang lebih bagus, tapi juga soal kepercayaan pelanggan dan fans kepada Sony. Apa jadinya jika sebuah perusahaan raksasa meluncurkan sebuah produk versi revisi hanya berselang setahun lebih sedikit setelah produk pendahulunya, seperti Nintendo dengan DS Lite-nya? Versi slim bisa jadi akan muncul, tapi menurut tebakan teman-teman di VGI Office, mungkin 2009 atau 2010 baru versi slim ini akan keluar.
Dan lagi-lagi, jika memang benar strategi Sony 'merampingkan' PS3 ini adalah untuk menurunkan harga, maka tampaknya konsol yang jadi gosip ini bakal segera muncul. Ditambah lagi dengan kemenangan Blu-ray Disc di perang media standar high-def, bisa jadi akan ada perang harga baru di antara para produsen BD Player - Sony dengan PS3-nya pun tak terkecuali. Tidak mengejutkan nanti jika kita melihat PS3 Slim dengan harddisk 160GB, player BD/SACD/CD/VCD, memori stik, USB, Wi Fi, bluetooth, composite, component, HDMI, dan semua teknologi antah berantah, dengan harga hanya lebih murah daripada BD Player biasa. Their war, our advantages.
Atau kemungkinan kedua, versi slim ini akan memiliki fitur "nggak terlalu penting" yang sudah disunat seperti misalnya kapasitas harddisk dikecilkan, Wi Fi diganti ethernet, SACD dan slot CF/dkk dihilangkan, slot USB dikurangi, dengan harga dan ukuran yang lebih ramping.
Oke, cukup analisanya. Sekarang kita lihat dulu khayalan para desainer T3 mengenai PS3 slim ini. Kira-kira beginilah bentuknya menurut bayangan mereka.
sumber: VGI dan T3.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar