Senin, 04 Februari 2008

Playstation 3 Slim ?

Sebulan setelah event CES selesai, situs UK dari majalah yang gadget tidak asing lagi di Indonesia, T3, melaporkan bahwa mereka sempat mendapat info dari 'orang dalam' Sony bahwa produsen konsol itu sedang membuat versi slim dari PlayStation 3. Menurut informasi tersebut, PS3 baru ini akan lebih kecil dan juga lebih ringan dibanding yang sekarang beredar di pasaran.

Info ini memang masih sepenuhnya rumor. Pihak Sony sendiri, seperti biasa, tidak berkomentar apapun soal rumor ini. Sebelumnya pun ketika rumor PSP slim beredar, pihak Sony juga nggak keluar komentar apa-apa. Tapi rasanya agak aneh jika Sony begitu cepat meluncurkan versi slim dari konsol high-def ini. Tengok saja ke sejarah PS yang sudah-sudah. PSOne keluar empat tahun setelah PlayStation pertama diluncurkan di pasaran. Lalu PS2 slim juga keluar setelah dua tahun versi gendutnya beredar. Tengok lagi PSP, setelah 3 tahun beredar, baru kemudian PSP slim mengikuti di belakangnya.

Kita memang nggak bisa menyangkal soal keahlian Sony dalam hal miniaturisasi dan operasi plastik ala Dokter 90210. Cek saja versi slim dari berbagai konsol yang sudah saya sebutkan diatas. PSOne vs PlayStation, PS2 SCPH 10k-55k vs PS2 Slim seri 7 hingga versi 9, lalu PSP-1000 vs PSP-2000 Slim. Bagaimana, sudah terbayang, kan? Bentuk lebih kecil, ukuran lebih ramping, tampilan lebih seksi, bobot lebih ringan, paket fitur lebih menarik, dan tentu saja harganya lebih murah - selalu lebih murah jika mereka merilis versi slim. Benar-benar dambaan setiap laki-laki, contohnya saya, dan Sony mengerti akan hal ini.

But again, meskipun kita tidak menyangkal kemampuan Sony soal operasi plastik ini, rasanya masih terlalu dini untuk sebuah konsol yang baru keluar untuk kemudian keluar versi barunya begitu cepat dengan tampilan dan spek yang mungkin berbeda dibanding versi awalnya. Ini bukan perkara produk mana yang lebih bagus, tapi juga soal kepercayaan pelanggan dan fans kepada Sony. Apa jadinya jika sebuah perusahaan raksasa meluncurkan sebuah produk versi revisi hanya berselang setahun lebih sedikit setelah produk pendahulunya, seperti Nintendo dengan DS Lite-nya? Versi slim bisa jadi akan muncul, tapi menurut tebakan teman-teman di VGI Office, mungkin 2009 atau 2010 baru versi slim ini akan keluar.

Dan lagi-lagi, jika memang benar strategi Sony 'merampingkan' PS3 ini adalah untuk menurunkan harga, maka tampaknya konsol yang jadi gosip ini bakal segera muncul. Ditambah lagi dengan kemenangan Blu-ray Disc di perang media standar high-def, bisa jadi akan ada perang harga baru di antara para produsen BD Player - Sony dengan PS3-nya pun tak terkecuali. Tidak mengejutkan nanti jika kita melihat PS3 Slim dengan harddisk 160GB, player BD/SACD/CD/VCD, memori stik, USB, Wi Fi, bluetooth, composite, component, HDMI, dan semua teknologi antah berantah, dengan harga hanya lebih murah daripada BD Player biasa. Their war, our advantages.

Atau kemungkinan kedua, versi slim ini akan memiliki fitur "nggak terlalu penting" yang sudah disunat seperti misalnya kapasitas harddisk dikecilkan, Wi Fi diganti ethernet, SACD dan slot CF/dkk dihilangkan, slot USB dikurangi, dengan harga dan ukuran yang lebih ramping.

Oke, cukup analisanya. Sekarang kita lihat dulu khayalan para desainer T3 mengenai PS3 slim ini. Kira-kira beginilah bentuknya menurut bayangan mereka.






sumber: VGI dan T3.com

Sony meluncurkan kamera A200 D-SLR

A200 D-SLR atau lebih dikenal dengan α200 adalah penerus model α100 yang disertai dengan teknologi Digital Single-lens Reflex (D-SLR) yang akan membuat produk ini mengungguli kamera-kamera lainnya. Sebagai produk pertama yang mengimplementasikan D-SLR, α200 mengkombinasikan fitur D-SLR dengan invoasi kamera digital Sony lainnya. Resolusi sebesar 10.2 mega-pixel CCD dengan ukuran APS-C (23.6mm x 15.8mm) dengan teknologi pemrosesan gambar BIONZ menjadi gabungan hardware-software yang mematikan dari α200. Foto yang Anda ambil dijamin kaya detail, kontras, dan warna, dengan titik-titik noise yang lebih sedikit dari produk sebelumnya. Akurasi eksposur dan white balance juga telah diimprovisasikan, menambah kesan natural dan akurat dari gambar.



α200 juga dilengkapi D-Range Optimizer yang menambah kualitas gambar terutama ketika mengambil objek dengan kontras dan pencahayaan tinggi. Exposure dan tone dari gambar akan disesuaikan secara otomatis dengan kondisi pengambilan gambar atau Anda dapat mengatur setting dari mode Standar (brightness dan kontras seluruh area gambar) atau mode Advanced (yang mampu mengatur bagian-bagian terpisah dari gambar)untuk memberi hasil yang lebih natural bagi mata manusia.

α200 juga dilengkapi level ISO tertinggi bagi kamera-kamera D-SLR yaitu ISO3200. Shutter yang lebih cepat mengurangi kendala gambar buram dan kesempatan mengambil foto di tempat-tempat berpencahayaan rendah. Fitur ISO Noise Reduction2 yang dapat diaktifkan pada mode ISO1600 dan ISO3200 mengurangi titik-titik noise pada hasil akhir. Ditambah Super SteadyShot, kecepatan shutter bisa dikonfigurasi dari 2.5 hingga 3.5 untuk mencegah gambar buram karena kamera goyang atau pada even-even yang membutuhkan tripod atau lampu flash. Super SteadyShot ini juga dilengkapi dengan mekanisme getar yang membersihkan debu tiap kali kamera dimatikan. Dengan coating anti debu khusus, Anda tidak perlu susah payah membersihkan kamera dan menghapus bercak-bercak pada gambar.

Spesifikasi untuk α200

Type

Digital SLR camera with built-in flash and inter-changeable lenses

Lens Compatibility

Sony α lens, Minolta and Konica Minolta AF lens

Image Sensor

Image Sensor

APS-C size (23.6x15.8mm), RGB primary color filters

Effective Pixels

Approx. 10.2 megapixels

Total Pixels

Approx. 10.8 megapixels

Anti-Dust Function

Charge protection coating on low pass filter and image-sensor shift mechanism

ISO Sensitivity Range

AUTO, 100 to 3200 (in 1-stop increments, Recommended Exposure Index)

AD Conversion

12-bit

Recording

Recording Format

JPEG (DCF2.0, Exif 2.21), RAW (Sony ARW 2.0 format), RAW + JPEG

Image Size

Aspect Ratio: 3:2

L size: 3872x2592 (10M), M size: 2896x1936 (5.6M), S size: 1920x1280 (2.5M)

Aspect Ratio: 16:9

L size: 3872x2176 (8.4M), M size: 2896x1632 (4.7M), S size: 1920x1088 (2.1M)

Image Quality Modes

RAW, RAW+JPEG, Fine, Standard

Media

CompactFlash (Type I, Type II), Microdrive

*Separately sold "Memory Stick Duo Adapter for CompactFlash Slot AD-MSCF1" is necessary to use Memory Stick Duo/Memory Stick PRO Duo/Memory Stick PRO-HG Duo

Noise Reduction

Long exposure NR: On/Off selectable, available at shutter speeds longer than 1 sec.,

High ISO NR: On/Off selectable, available at ISO 1600 or higher

Color Space

sRGB, Adobe RGB

Other Features

Creative Style, D-Range Optimizer (Off, Standard, Advanced)

White Balance

Modes

Auto, Daylight, Shade, Cloudy, Tungsten, Fluorescent, Flash, Color Temperature/Color Filter, Custom

Bracketing

3 exposures, H/L level selectable

Focus Control

Type

TTL phase detection system

Sensor

CCD line sensors

Focus Point

9 points

Sensitivity Range

EV0 - 18 (ISO100)

Modes

AF/MF selectable.

AF modes: Single-shot AF, Automatic AF, Continuous AF

Focus Area

Wide, Spot, Local (9 local areas selectable)

Features

Predictive control, Focus lock, Eye-start AF, AF illuminator (Built-in flash, Range: approx. 1-5m)

Exposure Control

Metering

Type

TTL metering

Sensor

40-segment honeycomb-pattern SPC

Sensitivity Range

EV1 - 20 (EV3 - 20 in spot metering mode) (at ISO100 with F1.4 lens)

Modes

Multi-segment, Center-weighted, Spot

Exposure

Modes

Programmed AE (AUTO, AUTO - Flash Off, P), Aperture priority, Shutter priority, Manual, Scene selection (Portrait, Landscape, Macro, Sports, Sunset, Night portrait/Night view)

Exposure Compensation

±2EV (in 0.3-stop increments)

Bracketing

3 continuous or single exposures selectable, in 0.3 or 0.7-stop increments

Viewfinder

Type

Fixed eye-level, penta-Dach-mirror

Coverage

95%

Magnification

0.83x (with 50mm lens at infinity, -1m-1 )

Diopter Adjustment

-2.5 - +1.0m-1

10,000 BC

Film yang disebut2 "300"-nya tahun 2008 karena menjanjikan pertempuran luar biasa di bulan Maret nanti. Menceritakan kisah pada zaman prasejarah dimana seorang pemburu muda D'Leh (Steven Strait) yang telah menemukan sang pujaan hati bernama Evolet (Camilla Belle).

Namun suatu hari sepasukan tentara misterius menyerang desanya dan menculik Evolet. D'Leh pun memimpin sekelompok kecil pemburu untuk membuntuti para tentara tersebut hingga ke ujung dunia untuk menyelamatkan kekasihnya.

Dalam perjalanan mereka harus bertarung dengan hewan2 predator prasejarah hingga saber-tooth tigers; tapi yang lebih mengejutkan lagi pada akhir perjalanan mereka menemukan "Lost Civilization", sebuah kekaisaran dengan piramid yang menjulang tinggi ke angkasa. Disinilah mereka harus bertempur mati2an untuk meruntuhkan kekaisaran yang telah memperbudak kaum mereka.

Saksikan trailer-nya di: YouTube atau di: Apple Quicktime


SabreTooth ada di film 10,000 BC


Berburu Mamoth






sumber: langdon's multiply

Konser The Police


THE POLICE


SINGAPURA, SENIN--Kehadiran Grup legendaris The Police di atas pentas langsung disambut gemuruh penonton yang menyaksikan konser The Police Reunion Tour 2008, yang dihajat di National Indoor Stadium, Kallang, Singapura, Senin.

The Police, band Inggris yang lahir di London pada 1977 dan memilih bubar di tahun 1985 itu, mengawali pementasannya pada pukul 21.20 waktu Singapura, dengan menyuguhkan lagu Message in the Bottle.

Tanpa diberi komando, ribuan penonton langsung menyambutnya dengan koor. Mereka turut bernyanyi dan tak sedikit dari mereka yang bangkit dari tempat duduknya.

Pada penampilannya, kelompok yang diawaki Sting (vokal dan bas), Andy Summers (gitar), dan Steward Copeland (drum dan perkusi) muncul dengan mengenakan busana serba hitam.

Rencananya, pada penampilannya kali ini, The Police akan membawakan sejumlah lagu yang pernah menjadi hit, seperti Synchronicity II, Walking on the Moon, Voices Inside My Head / When The World Is Running Down, Don't Stand So Close To Me, Driven To Tears, Truth Hits Everybody, dan Hole in My Life.

The Police Reunion Tour diadakan dalam rangka memeringati 30 tahun kelahiran band itu (1977-2007). Tur itu dimulai di Vancouver (Kanada), 28 Mei 2007 lalu. Konser di kota tersebut ditonton oleh 22.000 orang.

Pada 2008, The Police Reunion Tour digelar di Selandia Baru, Australia, Singapura, Macau, Jepang, AS, Prancis, Jerman, Inggris, Polandia, dan Brasil. Sebelum penampilan mereka di Singapura, mereka main di Perth (Australia) pada 1 dan 2 Februari. Selepas penampilannya di Singapura, mereka akan tampil di Macau pada 7 Februari mendatang.



sumber: kompas

Readius: Ponsel layar gulung

Readius: Ponsel layar gulung

Readius Mobile

Ternyata yang bisa digulung bukan hanya bolu atau kasur, tapi juga layar ponsel. Readius Mobile merupakan prototipe perangkat mobile pertama dengan layar gulung. Satu keunggulan teknologi layar gulung ini adalah ukuran perangkat dapat dibuat lebih kecil dari layarnya. Untuk Readius sendiri, layarnya mencapai 5 inci tapi karena bisa digulung, ukuran bodi perangkatnya lebih kecil dari layar. Sedangkan untuk layar, meskipun besar, sementara ini hanya monokrom sehingga hanya dapat menampilkan teks dan gambar. Dan Readius diposisikan sebagai perangkat e-book reader dengan kemampuan komunikasi.

Perusahaan pembuatnya, Polymer Vision, berasal dari Belanda dan merupakan salah satu bagian dari Philips. Visi jangka panjangnya adalah memasukkan layar gulung ke semua perangkat mobile, jadi tak terbatas hanya mereknya. Sepertinya lebih menguntungkan ya, dari pada susah-susah jualan ponsel yang belum tentu laris. :D

Spesifikasi

Weight: One third the average weight of e-readers (115g)
Display size: Twice the surface area of current largest phone display
(5” diagonal, 16 greyscales)
Device size: Equal to an average mobile phone when closed
(115 x 57 x 21mm)
Battery life: Up to six times longer than on mobile phones (30 hours continues
(Reading) reading)
Connectivity: Greatest coverage of any e-reader (Tri Band/3G HSDPA)
Supporting ActiveSync and USB mass storage (USB 2.0)
Communication with accessories and other devices
(Bluetooth 2.0)
Processor: Powerful processing engine (ARM11 400MHz)
Storage: Flexible, today commercially available up to 8GB (High
Capacity Micro SD)
User Interface: Just 8 buttons (SimpleTouch Buttons)

Source: Polymer Vision via gsmarena